• Beranda
  • Forum
  • Buku Tamu
  • Kirim Artikel
  • Kursus IT
  • Support
  • Sitemap
  • Contact
  • Search
  • Galery
  • RSS
Semarang IT - Mewujudkan Kota Semarang yang Berbasis ICT sebagai Parameter Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia - Mengembangkan Keahlian di Bidang IT dalam Menciptakan Praktisi IT yang Cerdas
  • Home
  • Tips Trik
  • Facebook
  • Programming
    • WEB
      • HTML
      • PHP
      • JAVASCRIPT
      • CMS
      • BLOG
    • VISUAL BASIC
    • C / C++
    • JAVA
  • NETWORKING
  • MULTIMEDIA
    • FLASH
    • PHOTOSHOP
    • CORELDRAW
    • GIMP
    • INKSCAPE
  • GAME
  • ROBOTIK
  • OS
    • WINDOWS
    • LINUX
    • ANDROID
    • MAC OS
  • CAMPUS
  • TEKNO
    • HARDWARE
    • SOFTWARE
    • HANDPHONE
    • LAPTOP
  • IT++
    • IT NEWS
    • ASAL TAHU
    • LOWONGAN KERJA
    • SEMARANG-AN
You are here : Home »
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem ImageSalah satu keunggulan dari Huawei e5830 MiFi Modem adalah kita dapat menggunakannya untuk berbagi (share) koneksi internet dengan perangkat lain yang support dengan koneksi wireless. Anda tidak perlu repot-repot lagi merencanakan membeli wireless routersebagai perangkat tambahan karena pada modem ini sudah di sediakan (built-in) wireless router yang siap digunakan. Sederhananya, modem kecil ini dapat digunakan untuk membangun sebuah mini hotspot di tempat anda.

Bagi seorang administrator jaringan, pasti sangat mudah untuk membangun sebuah mini HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Modem. Tetapi bagi pengguna umum yang belum terbiasa, mungkin akan sedikit kesulitan saat pertama kali membangun hotspot menggunakan modem e5830.

Berikut kami sajikan langkah demi langkah bagaimana cara membangun mini HotSpot menggunakan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem.

Pertama, catat nomor SSID dan WiFi Key karena akan berguna pada saat menghubungkan MiFi modem dengan perangkat wireless lain. Cara melihatnya, buka penutup modem lanjutkan dengan membuka baterey modem.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Kedua, setting modem anda agar bisa diakses oleh perangkat WiFi yang lain. Caranya hubungkan modem ini dengan perangkat komputer atau notebook (bisa melalui kabel USB atau MiFi wireless). Setelah modem terhubung dengan komputer, lanjukan dengan masuk ke bagian web admin dengan cara membukaweb browser dan mengetikkan http://192.168.1.1 (Dengan catatan putuskan semua koneksi jaringan atau internet agar tidak terjadi crash IP address dengan koneksi lain).

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Login dengan password default dari huawei, yaitu admin dan lakukan setting yang lain sesuai dengan keinginan anda.

Lakukan settingan yang lain seperti setting Module Wireless, Broadcast, MAC Filter dan settingan lain sesuai dengan kehendak dan kondisi perangkat yang akan dihubungkan dengan modem. Jika anda tidak mengerti dengan pengaturan tersebut, biarkan saja apa adanya. Settingan default sudah cukup maksimal jika digunakan saat membangun mini HotSpot.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Pilih apakah anda menggunakan DHCP atau Static IP address pada hotspot anda. Pilih DHCP untuk mempermudah pengaturan perangkat wireless yang akan dihubungkan dengan router modem.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

System keamanan sebuah jaringan HotSpot juga dapat anda tentukan melalui menu Security. Jika anda tidak mengerti dengan system keamanan jaringan HotSpot, biarkan seperti apa adanya.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Jika terjadi suatu masalah dengan settingan yang anda lakukan, anda bisa mengembalikannya sesuai dengan kondisi semula dengan cara masuk ke menu System kemudian melakukan restore setting dengan menekan tombol Restore. Tunggu sampai modem melakukan restart. Restart modem akan memutuskan koneksi wireless beberapa saat dan setelah modem kembali bekerja, koneksi akan terhubung kembali.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Langkah Ketiga, coba koneksikan beberapa perangkat secara bersama-sama pada modem ini apakah sudah dapat terhubung dengan baik. Anda bisa menggunakan notebook, handphone, PDA atau perangkat lain yang mendukung wireless. Jangan lupa juga untuk mencatat WiFi Key (lihat gambar kedua) pada bagian belakang modem. Masukkan WiFi Key/network key ketika perangkat anda baru terhubung dengan modem.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Langkah Keempat, jika semua perangkat sudah terhubung, sekarang saatnya melakukan uji share koneksi internet. Lakukan Dial menggunakan profile yang telah anda buat. Lihat artikel sebelumnya bagaimana cara menambahkan profile pada Huawei e5830 MiFi Wireless Modem sesuai dengan SIM Card yang anda gunakan.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Test juga, apakah modem telah terhubung dengan internet dengan cara PING sebuah alamat web seperti yahoo.com, google.com atau yang lain.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Langkah kelima, kembali ke perangkat lain yang terhubung dengan modem. Coba buka sebuah halaman website menggunakan perangkat tersebut.

Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image

Jika masih belum terhubung, coba periksa sekali lagi apakah ada settingan yang tertinggal atau kesalahan setting. Kami sarankan anda tetap menggunakan setting default dari huawei karena sudah cukup baik untuk membuat sebuah mini HotSpot.

Selamat mencoba dan semoga berhasil! Membangun HotSpot dengan Huawei e5830 MiFi Wireless Modem Image



Share

Apabila sobat di rumah mempunyai komputer lebih dari satu, dan masing-masing komputer ingin terhubung antara satu dengan yang lainnnya supaya bisa sharing data, printer, sharing koneksi internet dll, kita bisa lakukan dengan membuat jaringan komputer LAN (Local Area Network) sederhana..

Kalau pada postingan yang lalu digunakan koneksi adhoc wireless, pada postingan kali ini kita gunakan koneksi kabel yaitu menggunakan kabel data UTP (Unshielded twisted pair), yaitu standar kabel untuk koneksi jaringan LAN.
Komputer yang dipakai pada saat ini umumnya sudah dilengkapi dengan LAN Card atau disebut juga NIC (Network Interface Controller), atau Ethernet Card.




• Kalau jumlah komputer yang akan dikoneksikan hanya dua buah, kita hanya cukup menyediakan satu buah kabel UTP dengan panjang sesuai jarak antara komputernya yang di kedua ujung kabelnya telah dipasangi konektor RJ-45(standard konektor untuk kabel LAN UTP) dengan konfigurasi Cross/ silang.



• Kalau Jumlah komputer yang akan dikoneksikan lebih dari 2 buah, maka kita harus menambahkan suatu alat yang bernama Switch atau Hub. Pada saat ini harga sebuah switch untuk standard rumahan sudah sangat terjangkau .
Dari masing - masing komputer dihubungkan ke switch menggunakan kabel UTP dengan konektor RJ-45 di kedua ujungnya dengan konfigurasi Straight/lurus.




• Pemasangan konektor pada kabel UTP bisa dibuat sendiri, tetapi untuk mudahnya sobat tinggal pergi saja ke toko komputer yang juga menyediakan peralatan jaringan, dan tinggal bilang untuk membeli kabel UTP sekalian pasangkan konektornya dengan konfigurasi cross/silang untuk koneksi komputer ke komputer(dua buah komputer), ataustraight/lurus untuk koneksi lebih dari 2 komputer / menggunakan switch.




Konfigurasi Alamat IP (Internet Protocol / TCP IP )
Agar dapat saling berkomunikasi , masing – masing komputer harus diberi alamai IP

• Masuk ke Network Connection (Start-->Control Panel -->Network Connection )
• Pilih/dobel klik Local Area Connection
• Dobel klik pada Internet Protocol (TCP / IP)
• Klik Use The following IP address, kemudian isi IP address dan subnet Mask
Misal,
komputer1 IP Address : 192.168.0.1
komputer2 IP Address : 192.168.0.2
komputer3 IP Address : 192.168.0.3
komputer4 IP Address : 192.168.0.4
dst..
Subnet Mask harus sama : 255.255.255.0



Untuk mengetahui berhasil tidaknya koneksi lakukan perintahping dari komputer satu ke komputer lainnya
Misal dari komputer1 ke komputer2 :
• Di Komputer1 : Klik Start -->Klik Run-->ketik CMD --> klikOK, maka akan tampil Command Prompt
• Ketik ping 192.168.0.2 tekan enter
harus ada Reply dari komputer2
•Lakukan perintah yang sama untuk mengetahui koneksi ke komputer yang lainnya.
Semoga Bermanfaat


sumber : http://komputertipstrik.blogspot.com
Share

Alamat situs web berbasis IPv4 habis! Asia Pasifik dijatah dua dari lima blok yang tersisa.

Pengumuman tersebut dilansir oleh ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) bersama NRO (Number Resources Organization), IAB (Internet Architecture Board), dan Internet Society.

Keempat organisasi internasional nirlaba ini menyatakan bahwa alamat situs web generasi pertama yang masih tersisa sudah dilansir oleh IANA ( Internet Assigned Numbers Authority).

Rod Beckstrom (President & CEO ICANN) menyebut momen ini sebagai sebuah titk penting dalam pengembangan internet selanjutnya.

“Komunitas internet yang terkait masalah teknis sudah menduga IPv4 akan habis. Namun artinya adopsi IPv6 menjadi sangat sangat penting, agar internet bisa terus tumbuh dengan kecepatan yang mengagumkan dan memfasilitasi inovasi global yang kita harapkan,” lanjut Beckstrom.

Sekitar 33 juta atau dua blok dari jumlah total alamat yang tersisa dialokasikan Regional Internet Registry (RIR) untuk kawasan Asia Pasifik. Masih ada sisa 3 blok yang akan “diperebutkan” oleh 5 RIR global yang mewakili berbagai kawasan di dunia.

“Hanya tinggal tunggu waktu sebelum RIR dan ISP terpaksa menolak permintaan akan alamat situs web IPv4,” ujar Raúl Echeberría, Ketua NRO, organisasi yang menaungi kelima RIR. “IPv6 saat ini adalah permintaan bukan lagi sebuah opsi,” lanjut Echeberría.

IPv6 akan menyediakan alamat situs web yang jumlahnya milyaran bahkan trilyunan kali lebih banyak daripada IPv4. Generasi pertama ini membuka sekitar 4,3 milyar “saja”. Dengan implementasi IPv6 akan tersedia alamat situs web dalam jumlah sangat besar untuk waktu yang relatif cukup lama.

Share

Di tengah situasi lalu lintas ibukota yang selalu macet, pernahkah terbayang di benak Anda untuk melakukan semua tugas kantor dari rumah secara nyaman?

Tanpa harus bangun pagi lalu terburu-buru mengejar jadwal kereta, bus, atau duduk lama di belakang kemudi, kita bisa tetap terhubung dengan jaringan komputer kantor. Semuanya dilakukan di kenyamanan rumah sendiri.

Konsep bekerja dari rumah atau tempat lain selain kantor (remote office) bukanlah isapan jempol atau fiksi ilmiah semata. Jika Anda kerap mengunjungi aneka situs Web di belantara Internet, semua konsep remote office ini sudah ada semenjak beberapa tahun sebelumnya. Aneka layanan ini sudah tersedia dan siap dipakai, mulai dari layanan yang bersifat gratis sampai berbayar.

Nah, salah satu solusi praktis remote office semacam ini adalah OpenVPN. Sebagaimana tercermin dalam namanya, OpenVPN merupakan sebuah solusi jaringan privat virtual (virtual private network/VPN).

Dengan VPN dimungkinkan diaksesnya jaringan lokal perusahaan dari mana saja via Internet. Akses ke jaringan lokal via Internet ini akan bisa dilakukan layaknya komputer kita terhubung langsung ke jaringan lokal ini. Dengan demikian, dari rumah, kita tetap bisa mengakses komputer server perusahaan, mengakses server Web internal perusahaan, atau banyak lagi layaknya kita berada di LAN. Ini tentu akan menghemat waktu dan tenaga karena kita bisa tetap bekerja walaupun secara fisik tidak berada di kantor.

OpenVPN sendiri merupakan sebuah perangkat lunak yang tersedia untuk beberapa sistem operasi utama, seperti Windows dan Linux. Perangkat lunak ini dirilis oleh OpenVPN Technologies, sebuah perusahaan TI yang bermarkas di Pleasanton, California. AS. Situs Web perusahaan ini menyatakan bahwa sejauh ini OpenVPN telah diunduh oleh 5 juta pengguna dan dikunjungi oleh 500 ribu pengunjung setiap harinya. OpenVPN juga menyabet gelar "Best SSL VPN” di tahun 2007 dalam gelaran 2007 Best of Open Software Awards yang diselenggarakan InfoWorld.

Berdasarkan eksperimen yang dilakukan oleh InfoKomputer, solusi OpenVPN relatif mudah dikonfigurasi dibandingkan solusi VPN lain (seperti IPSec). OpenVPN juga lebih sederhana karena hanya menggunakan satu buah port agar bisa diakses (jika server OpenVPN dipasang di belakang firewall). Selain itu, karena gratis, perangkat lunak ini bisa dipasang tanpa harus dibeli. Anda juga bisa memilih apakah akan memasang OpenVPN pada server Linux atau Windows. Tidak menjadi masalah apakah Anda akan mengakses OpenVPN dari komputer Windows atau Linux (atau bahkan Mac), koneksi ke server VPN akan tetap bisa dilakukan.


Penasaran ingin mencicipi OpenVPN?

Silakan kunjungi alamat http://openvpn.net/ untuk mengunduh dan mendapatkan petunjuk pemasangan.



Share

IP versi 4 habis! Begitu judul yang menghias banyak kanal berita. Bulan Februari kemarin, IANA (lembaga yang mengatur penggunaan IP di seluruh dunia) memang sudah tidak memegang alamat IPv4 lagi.

Semua slot sudah dibagikan ke seluruh dunia melalui koordinator tiap benua. Jika slot di koordinator tiap benua itu habis juga, berarti IPv4 resmi ludes.

Apakah berarti ini “kiamat” bagi dunia internet? Sebenarnya tidak juga. Sejak tahun 1999, telah terbentuk forum yang bertugas membuat standar baru yang disebut IP versi 6 (IPv6). Ketika IPv4 habis, kita tinggal pindah ke IPv6. Cuma karena yang “pindah” adalah seluruh infrastruktur internet, prosesnya terbilang ribet dan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Namun untuk masa depan yang lebih baik, kita semua memang harus pindah ke IPv6. Bahkan untuk mendorong gerakan itu, besok akan diadakan hari IPv6. Bagi Anda yang masih belum memahami soal tersebut, inilah sekelumit penjelasan soal Internet Protocol serta kelebihan yang ditawarkan IPv6.

Apa itu Internet Protocol?

Internet Protocol (IP) adalah standar yang mengatur bagaimana dan lewat mana paket informasi dikirim dari jaringan internet maupun intranet. Agar paket data sampai ke tujuan yang benar, tiap perangkat yang terhubung ke internet harus memiliki alamat IP (IP Address) yang unik. Jika ada dua perangkat memiliki IP yang sama, maka akan terjadi yang disebut “IP Conflict” karena paket akan bingung mau mengarah ke mana.

Apa Masalah IPv4?

Ketika dibuat tahun 1981, IP versi 4 mengunakan 32-bit alamat, atau “hanya” sekitar 232 (4,3 milyar) alamat. Dari jumlah itu, sekitar 18 juta alamat digunakan untuk private network dan 270 juta untuk multicast adresses, sehingga tidak bisa digunakan untuk publik. Sebenarnya jumlah yang tersisa masih sangat banyak, namun lebih banyak lagi perangkat yang terhubung ke internet. Alhasil, alokasi alamat yang dimiliki IPv4 sudah tidak mencukupi lagi. Karena itulah kita membutuhkan IP versi 6 yang memiliki lebih banyak alamat.

Kapan Alamat IPv4 akan Habis?

Tergantung area, tapi setidaknya 1 sampai 3 tahun lagi. Ribut-ribut kemarin lebih disebabkan APNIC (organisasi yang mengatur penggunaan IP di Asia Pasifik) telah meminta dua tambahan blok IP Address ke IANA (yang mengatur penggunaan IP sedunia). Permintaan tersebut menyebabkan blok IP Address yang tersisa tinggal 5 (satu blok memiliki 16,8 juta alamat). Sesuai peraturan, jika blok IP yang tersisa tinggal lima, maka harus langsung dibagi ke 5 pengurus IP di tiap benua.

Seberapa lama IP Address itu akan habis tergantung laju penggunaan internet di benua tersebut. Benua dengan laju penggunaan internet cepat seperti Asia Pasifik atau Amerika Utara mungkin dapat menghabiskan blok yang tersisa dalam tempo 1 tahun. Namun bagi benua yang penetrasi internetnya sudah meluas seperti Eropa, atau yang penetrasi internetnya masih lambat seperti Afrika dan Amerika Latin, waktu yang tersisa bisa tahunan.

Jadi IPv4 benar-benar habis?

Sebenarnya masih ada beberapa blok di luar sana yang tidak terpakai. Bahkan menurut John Heideman, peneliti dari University of Southern California, penggunaan IPv4 sebenarnya hanya 14%. Namun agak sulit menarik kembali IP Address yang sudah terlanjur tersebar. Sumber permasalahannya terjadi awal perkembangan internet, ketika pembelian alamat IPv4 cuma terbagi dalam 3 pilihan blok: /8 (16,7 juta alamat), /16 (65 ribu alamat), dan /24 (256). Bagi perusahaan atau universitas yang membutuhkan (misalnya) 67 ribu IP Address, mereka mendapatkan satu blok /8 sejumlah 16,7 juta alamat.

Beberapa pihak seperti Universitas Stanford atau Departemen Pertahanan AS telah dengan sukarela mengembalikan IP Address yang tidak mereka gunakan. Namun masih banyak pihak seperti MIT, IBM, Apple, AT&T, atau Ford Motor yang belum menentukan sikapnya. Pihak ARIN bisa saja meminta mereka mengembalikan jatah itu, namun mengingat populasi IPv4 yang kini terbatas, pemilik IPv4 tersebut bisa saja menjadikannya sebagai aset berharga. Bahkan belakangan tersembul kabar beberapa pihak yang masih memiliki blok IPv4 menjualnya dengan harga tinggi.

IPv6 bisa mengatasi keterbatasan alamat tersebut?

Iya, karena kapasitas pengalamatan ini naik dari 32-bit menjadi 128-bit (2128) atau tepatnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat IP. Di masa datang alamat sebanyak itu mungkin juga akan habis, namun setidaknya situasi terkendali sampai ratusan tahun dari sekarang.

Sistem pengalamatannya IPv6 sendiri menggunakan delapan kelompok kuartadesimal yang dipisahkan titik dua. Ini berbeda dengan sistem pengalamatan IPv4 yang menggunakan empat kelompok tridesimal.

IPv4 192.168.0.1

IPv6 2001: cdba: 0000:0000:0000:0000:3257:9652

Wah, Beda Banget ya?

Iya. Secara nama beda, secara teknologi pun berbeda. Itulah mengapa kedua protokol ini tidak saling kompatibel. Komputer yang ber-IPv4 tidak dapat menemukan mail server ber-IPv6, begitu pula sebaliknya.

Namun bukan berarti internet akan macet. Paket yang dikemas dalam sistem IPv6 bisa dikemas ulang menjadi paket IPv4 sehingga komunikasi data tetap bisa terjadi. Namun cara ini tentu saja merepotkan dan boros sumber daya, sehingga berpotensi menurunkan kecepatan internet secara signifikan. Karena itu, cara terbaik adalah semua orang pindah ke IPv6.

Oke, saya akan migrasi ke IPv6. Bagaimana caranya?

Untuk mengadopsi IPv6, dibutuhkan dukungan hardware maupun software. Di sisi end-product alias perangkat yang kita gunakan sehari-hari, relatif tidak ada masalah. Mayoritas kartu jaringan di dalam komputer, notebook, maupun smartphone masa kini telah mendukung IPv6. Begitu pula di sisi software. Windows sejak generasi XP Service Pack 1 sudah mendukung IPv6, begitu pula Mac OS X versi 10.2 dan semua distro Linux.

Akan tetapi, masalah mulai rumit ketika menyentuh perangkat akses internet, seperti modem Anda. Mayoritas modem yang diberikan penyedia jasa internet belum mendukung IPv6, sehingga harus diganti atau di-upgrade. Di sisi backbone, permasalahan lebih pelik lagi. Server, router, load-balancer, dan semua node harus diganti agar mendukung IPv6.

Jadi inti permasalahan bukan di sisi pengguna biasa, namun di sisi infrastruktur. Karena besarnya usaha dan investasi yang harus dikeluarkan, proses migrasi ini bisa berlangsung tahunan.

Jadi, industri belum siap?

Siap tidak siap, kita harus pindah. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Jepang, China, dan Korea Selatan juga sudah melakukan beberapa kebijakan untuk mendorong percepatan migrasi IPv6.

Dan pada tanggal 8 Juni 2011 besok, diadakan Hari IPv6 sedunia. Agenda besarnya adalah melakukan uji coba IPv6 selama 24 jam. Perusahaan yang ikut serta antara lain Google, Facebook, Yahoo, Akamai, dan Limelight Networks. Mudah-mudahan, langkah ini bisa mendorong industri untuk bermigrasi ke IPv6.

Share
Postingan Lama Beranda
  • Recent Posts
  • Comments
  • Kamus Kosakata Anak Gaul Jaman Sekarang
    1. ALAY : Singkatan dari Anak Layangan, yaitu orang-orang kampung yang bergaya norak. Alay sering diidentikkan dengan hal-hal yang norak da...
  • Lulus SMA, ingin kuliah Desain Grafis? Cek ke sini!
    Lulus SMA dan berniat untuk belajar lebih tentang desain grafis, kawan remaja bisa coba ke beberapa universitas ini. DKV Binus Kampus yang ...
  • Standard Gaji IT Indonesia
    Apakah Anda pernah bertanya terhadap diri Anda sendiri: “Sudahkah gaji yang saya terima telah sesuai dengan standard gaji yang berlaku di In...
  • Membuat Web Berbasis Mobile
    Web dinamis (dynamic site) merupakan jenis web dengan konten berisikan informasi yang dapat berubah-ubah (dinamis). PHP sangat bagus digunak...
  • Kumpulan Kata-Kata Bijak tapi Kocak
    1. Uang bukan segalanya. Masih ada Mastercard dan Visa. 2. Kita seharusnya menyukai binatang. Mereka rasanya lezat. 3. Hematlah air. Mandila...
  • Asyiknya Buat Situs MicroBlogging seperti Twitter
    Saat ini banyak orang yang ingin membuat jejaring sosial sendiri, mungkin karena Hobby, Money, atau sekedar pamer dengan teman-teman. Tapi k...
  • GPS Tracking untuk Melacak Pengguna Blackberry
    Bagi sobat yang mempunyai Blackberry yang ada fasilitas GPS nya (global positioning system), pasti sudah sangat bersahabat dengan B lackberr...
  • Karakter Cewek/Cowok dari Huruf Depan
    A: Anda tak romantis tetapi lebih tertarik pada tindakan. Bersama Anda, apa yang dilihat adalah yang didapat. Anda tidak punya kesabaran unt...
Advertisement
    Android Asal Tahu Blog Campus Cinta CMS Facebook Flash Game Handphone Hardware IT IT News Java Laptop Linux Lowongan Kerja Luar Biasa Lucu Multimedia Networking Photoshop PHP Programming Robot Sistem Operasi Software Tablet PC Teknologi Tips Unik Web Windows
  • Campus
  • Facebook
  • Game
  • IT++
  • Multimedia
  • Networking
  • OS
  • Programming
  • Robot
  • Teknologi
  • Tips
2011 Semarang IT. All rights reserved.
Designed by Mas aLuL