
Penelitian yang kemudian dimuat di British Journal of Sports Medicine ini menyebutkan, tiap satu jam menonton televisi bisa mengurangi usia sebanyak 22 menit, untuk orang yang berusia di atas 25 tahun.
Dr Lenner Veerman, salah satu penulis jurnal, kemudian mengatakan, menonton televisi memiliki risiko mengurangi usia yang sama dengan merokok dan obesitas. "Ketika usia yang berkurang akibat rokok menurun, tapi tidak demikian dengan menonton TV, yang memiliki dampak ke tingkat populasi," kata Veerman, yang juga peneliti dari Universitas Queensland.
Tahun lalu, penelitian di Australia menunjukkan, satu jam menonton TV menyebabkan risiko kematian dini yang meningkat menjadi 8 persen.
"Kami melakukan penelitian itu dan kemudian kami terjemahkan bahwa harapan hidup di Australia bergantung kepada berapa lama kita menonton TV," ucap Veerman.
Masyarakat Australia rata-rata menonton TV selama dua jam sehari. Ini menyebabkan harapan hidup sejak lahir berkurang 1,8 tahun untuk laki-laki dan 1,5 tahun untuk perempuan, menurut penelitian.
Terlalu banyak duduk (di depan televisi), dan kurang olahraga memang selama ini diasosiasikan dengan meningkatnya risiko kematian. "Secara logika, kita tahu bahwa aktivitas fisik baik untuk kesehatan. Tentu kurang latihan tidak baik untuk kesehatan," ucap Veerman.
Penelitian ini sendiri juga dibuat berdasarkan survei dan observasi yang dilakukan sejak tahun 1999 - 2000 dengan partisipan sebanyak 11 ribu orang, yang berusia di atas 25 tahun. Partisipan ini kemudian melaporkan berapa lama mereka menonton televisi dan video, sebagai aktivitas utama. Ini tidak termasuk menonton tv sambil menyetrika atau memasak.
Penelitian kemudian menunjukkan seseorang yang menonton TV lebih dari enam jam sehari memiliki usia yang berkurang 4,8 tahun, dibanding uang tidak menonton TV.
Walaupun dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah pengguna ponsel terbesar, ternyata India merupakan negara yang termasuk memiliki kesenjangan digital terbesar di dunia.
Dari riset teranyar yang dilakukan oleh firmaMapleCroft, India bahkan dinyatakan sebagai negara yang memiliki tingkat kesenjangan yang paling buruk di antara negara-negara BRIC (Brasil, Rusia, India, dan China.
Seperti dikutip dari situs Pluggd.in, di antara negara-negara BRIC, India merupakan negara yang memiliki tingkat kesenjangan digital tertinggi, yakni berada di posisi ke-39. Sementara itu, Rusia yang berada di posisi ke-134, Brasil (110), dan China (103), merupakan negara-negara yang termasuk dalam kategori 'medium risk' atau risiko menengah.
Untuk menentukan indeks kesenjangan digital sebuah negara, penelitian ini menghitung beberapa indikator yang meliputi jumlah pelanggan ponsel dan broadband, jaringan telepon tetap (fix), jumlah pengguna komputer PC dan TV, pengguna internet dan server internet yang aman, bandwidth internet, pendidikan menengah, dan tingkat buta huruf.
Riset ini menempatkan Belanda sebagai negara terbaik dalam hal akses telematika dengan menduduki posisi ke-186. Setelah itu disusul oleh Denmark (185), Luxemburg (184), dan Inggris (182).
Sementara itu, walaupun MapleCroft tidak merilis peringkat Indonesia pada daftar kesenjangan digital itu, namun, dari indeks informasi peta dunia yang dikeluarkannya, terlihat bahwa kesenjangan digital di Indonesia masih lebih baik daripada India.
Dalam peta tersebut, tanda legenda Indonesia berwarna oranye atau berkategori high risk(risiko tinggi), sama dengan posisi Filipina atau Thailand. Sedangkan India berwarna merah atau masuk dalam kategori extreme risk alias risiko ekstrim.
Sementara itu, Malaysia memiliki kondisi yang lebih baik karena tergolong dalam kelompokmedium risk (warna kuning oranye muda).
Hasil penelitian ini akan sangat berguna untuk Indonesia mengingat metode ini bisa diterapkan di Asia Tenggara. "Di negara ini terdapat daerah landasan kontinen dangkal yang luas," kata Professor John Largier, seorang ahli kelautan di University of California, Davis, Bodega Marine Laboratory, Amerika Serikat.
Dilansir dari The Hindu, 18 Agustus 2011, Largier dan beberapa koleganya menggunakan susunan radar berfrekuensi tinggi di Bodega Marine Lab untuk mempelajari arus laut selama 10 tahun terakhir.
Bersama dengan para ahli lainnya dari Universitas di Hokkaido dan Kyoto serta San Francisco State University, Largier menggunakan data dari Bodega dan dari dua lokasi berbeda di Hokkaido untuk mendeteksi Tsunami di lepas pantai.
Peneliti menemukan, mereka bisa melihat Tsunami saat memasuki perairan dangkal di atas landasan kontinen. Saat ombak masuk ke perairan yang lebih dangkal, Tsunami tersebut melambat, tingginya bertambah, dan berkurang dalam panjang gelombang, sebelum akhirnya menghantam bibir pantai.
Dalam laporannya yang dipublikasikan di jurnal Remote Sensing, Largier menambahkan, radar ini bisa digunakan di pesisir timur AS atau Asia Tenggara. Di mana hamparan luas laut dangkal berada. Share
Tingginya kebutuhan atas internet membuat masyarakat memerlukan suatu nama domain untuk beraktualisasi. Namun, selama ini, nama domain di dunia maya masih didominasi oleh nama domain .com sedangkan nama domain Indonesia, .id, kurang populer di masyarkat Indonesia.
Salah satu problemnya adalah, pendaftaran untuk nama domain .id masih dikenai kualifikasi tertentu yang dianggap masyarakat terlalu merepotkan. Adapun nama domain luar seperti .com memberikan kemudahan layanan, seperti menggratiskan layanan, kapasitas besar, serta jaringan yang luas.
Untuk itu, PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) segera mengganti sistem registrasi agar memudahkan layanan dalam pembuatan domain. “Nanti kami akan bikin sublevel domain seperti my.id, yang fleksibel, tidak berbayar,” kata Andi Budimansyah, ketua Umum PANDI saat memaparkan program PANDI periode 2011-2014 di Jakarta.
Untuk kemudahan layanan, PANDI hanya akan menjalankan fungsi registrasi, yang membuat kebiajakan domain saja. Distribusi serta aplikasi domain diserahkan pada perusahaan, lembaga maupun pribadi yang menggunakan domain .id.
Sebelumnya, PANDI melaksanakan fungsi ganda, yaitu sebagai sebagai registry (otoritas atau pembuat kebijakan nama domain) serta registrar (mendistribusikan nama domain). Belum lagi, bila mendaftarkan nama domain .id, harus disertakan SIUP dan akta pendirian.
Bersamaan dengan perbaikan itu, PANDI akan menerapkan standar kebijakan internasional dalam mengelola nama domain yakni dengan melakukan kerjasama teknis dengan perusahaan GMO registry dari Jepang yang memiliki mitra lokal. GMO memiliki pengalaman sebagai registry .so, register terakreditasi ICANN sejak 1999.
Perubahan layanan ini menjadi penting, kata Andi, mengingat belum populernya domain .id. Menurut catatan PANDI, dari 250 Ribu nama domain yang ada di Indonesia, yang menggunakan nama domain .id hanya 58 Ribu. “Itu artinya seperlimanya, atau sekitar 23%. Persentasenya sangat kecil,” ujarnya.
Andi berharap, masyarakat Indonesia bangga menggunakan nama domain.id, seperti masyarakat Jepang bangga menggunakan domain .jp atau Inggris dengan menggunakan domain .uk.
Ia menambahkan, dengan neggunakan nama domain .id, pengguna akan tidak perlu takut akan ditipu, karena bila menemukan nama domain .id, berarti sudah diverifikasi sebelumnya oleh PANDI selaku registry.
Selain itu, Andi yakin pertumbuhan .id akan naik ke depannya. “Kami akan mencoba anything.id yang menampung semuanya dengan nama domain .id,” kata Andi.
Adu tanding antara angkasa luar antara Amerika Serikat dan Uni Soviet telah lama berakhir. Namun Rusia, pecahan terbesar Uni Soviet, melanjutkan tradisi penjelajahan langit. Sebuah perusahaan swasta di negara tersebut bahkan berencana membangun hotel pertama di luar angkasa.
Rencana pembangunan hotel di luar Bumi -- 217 mil dari Bumi -- itu diumumkan 15 Agustus 2011 lalu. Hotel tersebut bisa melayani tujuh tamu dalam empat kabinnya. Tiap kabin memiliki jendela besar, agar para tamu bisa memandang Bumi yang kebiruan dan berotasi.
Jangankan tinggal, menuju ke hotel tersebut adalah sebuah petualangan. Butuh waktu dua hari mengangkasa menggunakan roket Soyuz. Ini tentu saja menjadi perjalanan liburan yang supermahal. Lima hari menginap, tamu harus merogoh kantong dalam-dalam, antara 100 ribu sampai 500 ribu poundsterling.
Hotel atau stasiun luar angkasa komersial ini belum punya nama. Rencananya ia akan dioperasikan mulai tahun 2016. Menurut pembuatnya, stasiun itu akan jauh lebih nyaman dari pada Stasiun Luar Angkasa Internasional yang digunakan para astronot dan kosmonot.
Dalam kondisi non-gravitasi, para pengunjung bisa memilih, tidur secara horizontal atau vertikal. Sementara, air mandi akan diatur sedemikian rupa agar tidak mengalir ke tempat yang tak seharusnya. Sebab, tanpa gravitasi, air bisa mengalir ke segala arah. Sementara di stasiun luar angkasa, para penghuninya harus membersihkan diri dengan spons mandi.
Para wisatawan tajir yang mampu membayar akan didampingi kru berpengalaman yang bertugas menghangatkan makanan -- yang disiapkan di Bumi dan dikirimkan ke hotel itu menggunakan roket.
Pengelola hotel ruang angkasa berencana menyajikan makanan yang lebih baik: daging pipi sapi dan jamur liar, kedelai tumbuk, sup kentang, dan makanan penutup, plume compote. Alih-alih makanan beku seperti yang dikonsumsi para astronot dan kosmonot.
Es teh, air mineral, dan jus buah juga akan disediakan. Namun, konsumsi alkohol dilarang keras. Sementara, penyiraman toilet akan menggunakan udara, bukan dengan air.
Semua limbah yang dihasilkan akan didaur ulang. Demikian pula dengan udara -- yang akan disaring untuk menghilangkan bau dan bakteri, lalu dikembalikan ke kabin.
Sergei Kostenko, kepala eksekutif Orbital Technologies yang akan membangun hotel itu, menjamin tempat rekreasi yang mereka bangun tidak akan mengingatkan pada Stasiun Luar Angkasa Internasional. "Sebuah hotel harus nyaman dan dimungkinkan melihat Bumi melalui jendera besar," kata dia, seperti dimuat Daily Mail.
Tak sembarang orang bisa singgah di hotel ini. "Hotel ini ditujukan untuk para jutawan dan orang yang bekerja di perusahaan swasta yang ingin melakukan penelitian di luar angkasa.'
Para tamu juga dimungkinkan untuk menjadi tuan rumah bagi tamu tak terduga. Perusahaan berencana mengoperasikan hotel itu sebagai lokasi penyelamatan darurat bagi astronot Stasiun Luar Angkasa Internasional yang mengalami krisis. (eh)
Perangkat antilaser akan mampu menangkap dan membatalkan sinar laser yang sudah dipancarkan.
Menurut Douglas Stone, peneliti asal Yale University, Amerika Serikat, meski perangkat seperti itu kemungkinan hanya cocok untuk film-film fiksi ilmiah, namun dalam dunia nyata, penggunaan yang paling memungkinkan dari teknologi antilaser adalah di dunia komputer, khususnya drive optik.
“Ke depannya, cara kerja perangkat ini adalah seperti memancarkan laser secara terbalik,” kata Stone, seperti dikutip dari Phbeta, 30 Juli 2011.
Stone menyebutkan, meski laser membutuhkan energi listrik dan memancarkan sinar dalam pita frekuensi yang cukup sempit, antilaser yang diciptakannya mengambil sinar laser dan mentransformasikannya menjadi energi panas. Akan tetapi energi ini juga dapat dikonversikan menjadi energi listrik.
Laser konvensional, yang ditemukan pada tahun 1960, menggunakan apa yang disebut dengan ‘gain medium’ misalnya material semikonduktor untuk membuat pancaran gelombang cahaya yang fokus.
Adapun perangkat yang dibuat Stone menggunakan silikon sebagai penyerap ‘loss medium’ yang menangkap gelombang sinar itu yang akan membuatnya memantul-mantul hingga mereka dikonversikan menjadi panas.
Dan meskipun teknologi yang ditemukan Stone tampak menarik, antilaser yang ia buat tidaklah ditujukan sebagai pelindung laser. “Ini merupakan cara untuk menyerap laser. Berbeda dengan pistol laser yang jika ia digunakan untuk membunuh, sinar lasernya tetap akan membunuh targetnya,” ucapnya.
Menurut Stone, penggunaan yang paling memungkinkan untuk teknologinya adalah di bidang komputer. “Komputer kinerja tinggi masa depan akan memiliki chip hybrid,” ucapnya. “Bukannya memiliki chip dengan transistor dan silikon, komputer masa depan akan menggunakan energi listrik dan cahaya,” ucap Stone.
Stone menyebutkan, perangkat dengan antilaser juga bisa digunakan sebagai sakelar optik yang bisa dinyala-matikan kapanpun diinginkan.
Menurut China Central Television, stasiun televisi pemerintah China, jembatan dengan lebar 35 meter itu merupakan jembatan terpanjang. Saat dibangun, proyek memakan biaya hingga di atas US$1,5 miliar atau sekitar Rp12,8 triliun.
Dikutip dari CCTV, 1 Juli 2011, jembatan itu berhasil lolos penilaian konstruksi pada Senin, 27 Juni lalu. Jembatan dan juga terowongan bawah tanah segera dibuka untuk lalu-lintas kendaraan, sehari setelahnya.
Untuk dapat berdiri, Jiaozhou Bay ditopang oleh lebih dari 5.000 pilar. Adapun pengerjaan jembatan tersebut baru dapat dituntaskan setelah 4 tahun pembangunan.
Menurut catatan Guinness World Records, pemegang rekor sebelumnya untuk kategori jembatan di atas perairan adalah Lake Pontchartrain Causeway di Louisiana, Amerika Serikat. Dibandingkan dengan jembatan tersebut, jembatan yang baru diresmikan di China ini 4 kilometer lebih panjang. Share
Di Inamo, restoran masakan Asia di kawasan London menyediakan proyektor di atas setiap meja. Proyektor ini menayangkan meja makan virtual interaktif lengkap dengan icon-icon untuk menjelajah menu, memesan makanan, sampai memeriksa total harganya.
Saat pertamakali dipancarkan, pengunjung akan mendapati piring kosong virtual. Setelah pengguna, lewat touchpad memilih makanan yang gambarnya langsung ditayangkan di mejanya, ia cukup mengklik di touchpad itu, kemudian pelayan akan langsung datang membawa makanan sesuai pilihan.
Ide restoran ini datang dari wirausahawan Noel Hunwick dan rekannya Daniel Potter saat sedang berada di restoran Pizza yang sangat ramai beberapa tahun lalu.
“Saking ramainya restoran, kami kesulitan memanggil pelayan. Lalu kami berpikir, tentunya enak kalau kita bisa menekan tombol dan makanan yang kami inginkan langsung diantar,” kata Hunwick, dikutip dari Foxnews, 8 Juli 2011.
Akhirnya keduanya berupaya merealisasikan mimpi mereka. Dengan bantuan proyektor, jaringan dan touchpad, mereka berhasil membuat sistem menu restoran virtual interaktif.
“Menu yang dipesan akan dikirimkan ke dapur lalu pelayan kemudian akan datang menyapa pengunjung,” kata Hunwick. “Berikutnya, pelayan itu akan kembali dengan makanan yang dipesan,” ucapnya.
Hunwick menyebutkan, metode penyajian click-to-order menu seperti ini terbukti menguntungkan restoran yang telah dibuka sejak enam lalu.
“Memperkenakan pengunjung memesan makanan langsung ke dapur bisa memangkas jumlah karyawan,” kata Hunwick. “Berhubung pengunjung tidak perlu lagi menunggu pelayan bolak-balik datang ke mejanya, secara rata-rata, total waktu mulai dari pemesanan hingga makan selesai berhasil dihemat hingga 15 menit,” ucapnya.
Pengguna, kata Hunwick, juga bisa memesan makanan tambahan secara langsung tanpa harus menunggu pelayan. “Yang menarik, sambil menunggu makanannya datang, pengunjung juga bisa bermain game di mejanya. Atau bagi yang sudah hampir selesai makan bisa memesan taksi atau melihat peta kereta bawah tanah interaktif,” ucap Hunwick.
Menurut Sebastian Francis, kepala koki restoran tersebut, sistem pemesanan virtual ini juga membawa banyak manfaat di dapur. “Memperkenankan pengunjung langsung memesan dapat mengurangi salah penyajian masakan,” kata Francis. “Dengan memangkas orang ketiga yakni pelayan, menurunkan pula tingkat human error,” ucapnya. Share
Semakin banyak pengguna, semakin banyak perangkat, yang terhubung ke internet secara nirkabel, gelombang udara yang tersumbat akan menyulitkan pengguna untuk mendapatkan kekuatan sinyal.
Namun demikian, gelombang radio bukanlah satu-satunya bagian dari spektrum yang bisa membawa data. Ada gelombang lain yang bisa digunakan untuk menjelajah Internet.
Dikutip dari Good Technology, 9 Agustus 2011, Harald Haas, fisikawan Jerman mengungkapkan solusi baru yang ia sebut sebagai “data lewat iluminasi’ atau membawa fiber keluar dari fiber optik dengan mengirimkan data lewat lampu LED yang memiliki intensitas bervariasi yang jauh lebih cepat dibanding yang bisa ditangkap manusia.
Idenya sama dengan remote control imfra merah. Namun lebih kuat.
Haas menyebutkan, temuannya ini, yang ia sebut D-Ligth, bisa menghasilkan transmisi data dengan kecepatan di atas 10 megabit per detik yang jauh di atas kecepatan rata-rata sambungan broadband saat ini.
Menurut Haas, di masa depan data yang akan dipancarkan ke laptop, smartphone, dan tablet akan ditransmisikan lewat lampu yang ada di ruangan. Dan masalah soal keamanan juga jadi sangat mudah. Jika sinar lampu tidak ada, data tidak bisa ditransmisikan.
Haas berpendapat, banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi ini. Mulai dari akses internet publik lewat lampu jalanan, sampai kendaraan yang dikemudikan secara otomatis lewat lampu depannya.
Selain itu, data yang hadir melalui spektrum yang bisa dilihat seperti cahaya lampu bisa membantu meredakan kekhawatiran bahwa gelombang elektromagnetik yang hadir bersama WiFi dapat merusak kesehatan.Ketika berinternet, baik saat di kedai kopi, memanfaatkan wifi gratis di ruang rapat, sampai mencuri koneksi internet tetangga sebelah, Anda kemungkinan akan mengalami frustasi karena lambatnya kecepatan internet ketika banyak alat terhubung ke satu jaringan.
Semakin banyak pengguna, semakin banyak perangkat, yang terhubung ke internet secara nirkabel, gelombang udara yang tersumbat akan menyulitkan pengguna untuk mendapatkan kekuatan sinyal.
Namun demikian, gelombang radio bukanlah satu-satunya bagian dari spektrum yang bisa membawa data. Ada gelombang lain yang bisa digunakan untuk menjelajah Internet.
Dikutip dari Good Technology, 9 Agustus 2011, Harald Haas, fisikawan Jerman mengungkapkan solusi baru yang ia sebut sebagai “data lewat iluminasi’ atau membawa fiber keluar dari fiber optik dengan mengirimkan data lewat lampu LED yang memiliki intensitas bervariasi yang jauh lebih cepat dibanding yang bisa ditangkap manusia.
Idenya sama dengan remote control imfra merah. Namun lebih kuat.
Haas menyebutkan, temuannya ini, yang ia sebut D-Ligth, bisa menghasilkan transmisi data dengan kecepatan di atas 10 megabit per detik yang jauh di atas kecepatan rata-rata sambungan broadband saat ini.
Menurut Haas, di masa depan data yang akan dipancarkan ke laptop, smartphone, dan tablet akan ditransmisikan lewat lampu yang ada di ruangan. Dan masalah soal keamanan juga jadi sangat mudah. Jika sinar lampu tidak ada, data tidak bisa ditransmisikan.
Haas berpendapat, banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi ini. Mulai dari akses internet publik lewat lampu jalanan, sampai kendaraan yang dikemudikan secara otomatis lewat lampu depannya.
Selain itu, data yang hadir melalui spektrum yang bisa dilihat seperti cahaya lampu bisa membantu meredakan kekhawatiran bahwa gelombang elektromagnetik yang hadir bersama WiFi dapat merusak kesehatan.
![]() |
|
|
Perkembangan teknologi mulai dari gadget, social media, online business sangat berpengaruh bagi bangsa ini. Seperti isu-isu besar yang beredar luar biasa pasti social media tidak mungkin tidak menyinggungnya. Pada gadget, hampir seluruh orang di bangsa kita Indonesia mempunya gadget yaitu handphone. Namun ditengah melesatnya teknologi, rakyat kita belum sepenuhnya sadar akan hal-hal positif teknologi. Padahal jika kita lihat sekarang saja teknologi sudah seperti ini, apalagi masa depan. Teknologi akan menjadi faktor penting.
Teknologi untuk bangsa, bagaimana pendapat anda? Menurut saya tema tersebut identik dengan generasi muda yaitu generasi penerus bangsa dimana mereka adalah salah satu pengguna teknologi yang mendominasi dibandingkan kalangan yang lebih tua diatas mereka.
Jika dilihat kondisi saat ini, pemuda online kurang sadar akan teknologi tersebut. Sehingga sedikit sekali manfaat positif yang dapat ia dapatkan ketika memasuki dunia online untuk mereka abdikan untuk bangsa. Tidak jarang terjadi penyimpangan teknologi. Seperti penyimpangan facebook dan handphone. pasti kita tahu kasus apa yang sering terjadi dalam penyimpangan facebook. Ya benar, kasus trafficking virus facebook ini ramai diperbincangkan. Menurut saya kita dapat menghindari hal tersebut menjadi professional facebooker.
Professional facebooker yang saya maksud disini adalah memfungsikan penggunaan facebook secara profesional, seperti men-sharing ilmu menambah jaringan. Dalam artian jaringan tersebut tidak menyimpang dari bidang kita. Bahkan sebagai murid yang menjadi facebooker professional kita bisa saling bertukar info atau tugas yang nantinya dapat membimbing kita menuju masa depan cerah untuk kesuksesan bangsa.
Pernyataan tentang handphone, ya menurut antaranews tanggal 14 Juli 2010 pengguna handphone Indonesia sudah 80 persen. Nah berarti hampir pelajar SMA memilikinya. Memang handphone berguna apabila handphone kita gunakan misalnya: mengambil foto papan tulis disaat kita belum selesai menulis pembahasan soal HP akan menjadi penoolong kita. Namun hal HP akan menjadi masalah ketika dibawa oleh pengguna. (pengalaman pribadi). Fungsi handphone tidak lagi sebagai penolong tetapi sebagai perusak. Maka kesadaranlah yang akan menyadarkan diri mereka yang sedang dilanda virus tersebut.
Teknologi untuk bangsa memnag identik dengan remaja, namun tidak menyurutkan peran senior yang dapat mengajari dan meluruskan kita dalam kemajuan teknologi. Seperti halnya blogger senior. Ya jika dilihat blogger bagi orang awam memang sangat malas untuk apa blogger itu. Namun seiring banyaknya seminar atau workshop dari senior kita lebih mengetahui hal tersebut.
Blogger, blogger identik dengan menulis. Satu hal menarik yang saya dapat dari tema saya di UK. Bahwa setiap tes diluar negeri selalu ada ujian menulis esai. bagaimana dengan Indonesia? Dengan memanfaatkan teknologi internet kita dapat melakukan kegiatan nge-blog, sehingga kita bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dengan artikel atau karya tulisan kita yang MANTAB. Bukan tidak mungkin lagi menulis akan menjadi sebuah kebiasaan bagi blogger. Dari sini kita akan mendapatkan dua manfaat, karena menulis identik dengan membaca artinya kita menulis dan pasti kita akan mencari referensi dari sumber-sumber yang telah terverifikasi.
Teknologi untuk bangsa, sebenarnya dukungan teknologi yang serba maju saat ini harus diikuti dengan kesadaran diri dan iman yang kuat agar kita dapat memberikan manfaat untuk bangsa yang kita tempati ini. mari kita pikirkan teknologi ini dengan jangka panjang. Sehingga nantinya bangsa dapat merasakan efek dari generasi-generasi muda yang berkualitas. Dari teknologi untuk bangsa kita. Share
Salah satu gangguan kesehatan yang muncul saat berpuasa karena situasi ini adalah dehidrasi. Tanda-tandanya antara lain mulut dan mata terasa kering, pusing dan tubuh terasa panas.
Hal ini tentu bisa menggangu ibadah puasa Anda. Untuk menghindarinya, ikuti saja tips dari Sarah Queen, seorang ahli nutrisi, dilansir darigulfnews.com
Penuhi kebutuhan cairan
"Pastikan Anda minum dua liter air dalam sehari. Jika telah memenuhi asupan ini, Anda bisa menambahnya dengan minum dua hingga empat gelas lagi per hari untuk mengatasi dehidrasi," kata Sarah.
Saat berbuka puasa, sebaiknya tidak terlalu banyak mengonsumsi minuman manis. Perbanyak saja minum air putih hangat, begitu juga saat sahur.
Sayur dan buah
"Buah dan sayur selalu bisa menghidrasi tubuh. Saat berpuasa, perbanyaklah konsumsinya," kata Sarah.
Sebaiknya sayur dan buah yang dikonsumsi lebih dari lima porsi. Anda bisa mengonsumsi buah yang banyak mengandung air seperti melon, semangka, jeruk, mentimun atau tomat.
Perhatikan tanda-tanda pada tubuh
Jika asupan cairan pada tubuh terpenuhi dengan baik, urin akan berwarna pucat seperti jerami. Tetapi, jika warnanya pekat, artinya Anda kurang cairan dan harus memperbanyak minum.
Selalu sediakan minum
Agar air putih selalu tersedia, selalu bawa botol air minum di tas Anda. Terutama jika Anda banyak beraktifitas malam hari di bulan Ramadan. Sediakan juga air minum di kamar. Jika Anda terbangun dan haus, bisa segera minum.
Buat jus buah sendiri
Anda juga bisa memenuhi asupan cairan dengan membuat jus dari campuran empat sampai lima buah. Tapi, sebaiknya jangan terlalu banyak menambahkan gula atau kalau perlu jangan memakai gula sama sekali.

Menurut Prof. Dr. H. Eky s. Soeria Soemantri, drg. Sp. Ortho, Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), bau mulut pada saat puasa adalah hal yang wajar karena di dalam mulut terdapat banyak bakteri yang dapat mengubah sisa-sia makanan menjadi gas sulfur yang menyebabkan bau mulut.
Jika tidak berpuasa, mulut akan akan memproduksi saliva ketika sedang makan. Saliva berperan untuk membunuh bakteri-bakteri tersebut. Sedangkan ketika berpuasa mulut lebih banyak diam sehingga produksi saliva berkurang. Akibatnya, bakteri berkembang biak dengan sangat cepat sehingga bau tak sedap muncul.
Tidak hanya itu, menurutnya, penyebab bau mulut juga disebabkan oleh adanya plak pada gigi. "Plak pada gigi terdiri dari 2 yakni plak keras dan lunak. Plak adalah media berkembangnya bakteri karena terdiri dari lapisan sisa-sisa makanan, lendir, ludah, dan sel-sel epital yang mati," ujarnya ketika ditemui di sela-sela acara pengukuhan Bulan Kesehatan Gigi Nasional, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Selain itu, penyebab bau mulut juga bisa datang dari dalam tubuh, seperti yang dialami pengidap diabetes atau maag.
Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, seperti:
1. Hindari makanan-makanan yang berbau menyengat seperti petai, durian, atau bawang.
2. Jaga kesehatan mulut dengan secara rutin menggosok gigi setelah sahur dan sebelum tidur di malam hari.
3. Hindari rokok dan alkohol yang dapat memicu terjadinya periodontitis dan gingivitis yang memperburuk kebersihan mulut. Selain itu, alkohol dapat mengurangi produksi air liur yang mengakibatkan semakin cepatnya perkembangan bakteri.
4. Banyak minum air putih ketika sahur dan berbuka untuk menjaga kesimbangan air dalam tubuh.
5. Konsumsi buah dan sayuran seperti apel, wortel, dan bengkuang.
6. Konsumsi makanan probiotik untuk membantu kesehatan pencernaan dan mencegah bau mulut.
7. Konsumsi keju karena keju kaya akan kalsium, rendah karbohidrat, dan mengandung fosfat sehingga bermanfaat untuk meningkatkan produksi air liur, dan mengurangi pertumbuhan karang gigi.
8. Jangan terlalu sering menggunakan obat kumur. "Boleh pakai obat kumur tapi jangan sering-sering, mungkin hanya di malam hari," ujar drg. Eky. Di dalam mulut terdapat bakteri jahat dan bakteri baik yang harus dijaga keseimbangannya.
9. Konsumsi rempah-rempah seperti ketumbar, mint, tarragon, kayu putih, rosemary, dan kapulaga yang sangat baik untuk memerangi bau mulut.
10. Konsumsi vitamin C seperti berry, jeruk, dan melon karena dapat menciptakan lingkungan yang tidak ramah bagi pertumbuhan bakteri. Dapatkan vitamin C dari buah dan makanan lain, bukan dari suplemen, karena suplemen justru memperparah bau mulut.
Menurut drg. Eky, kebiasaan masyarakat Indonesia untuk berbuka puasa dengan makanan manis sah-sah saja, asal kebersihan mulut selalu terjaga.

Gara-gara menelan sebuah ponsel, seekor buaya di sebuah akuarium di kota Dnipropetrovsk, Ukraina, kini menderita sakit. Setelah menelan ponsel, buaya gaek berusia 14 tahun yang diberi nama Gena itu, tidak doyan makan.
Derita si Gena ini bermula ketika seorang pengunjung bernama Rimma Golovko hendak memotret gigi-gigi tajam si buaya, yang saat itu sedang terbuka lebar.
Secara tidak sengaja, ponsel itu kemudian tergelincir dari genggaman Golovko dan mendarat telak di mulut Gena. 'Lep', ponsel itu kemudian tertelan masuk ke tenggorokan dan berlabuh di perutnya.
Semula para petugas akuarium tak percaya bahwa Gena menelan ponsel pengunjung. Mereka baru yakin setelah mendengar bunyi dering dari dalam perut si buaya.
Dan sejak Gena 'salah makan' itu, ia kini tak seriang dulu. "Perilakunya berubah," kata Alexandra, petugas akuarium kepada Associated Press.
Kini Gena jarang bergerak atau berenang ke air. Parahnya, Gena juga jadi malas makan. Bila sebelumnya Gena penggemar berat burung puyuh hidup, kini Gena tak mau menyantapnya. Begitu juga dengan daging sapi.
Kini, sudah sekitar empat pekan Gena tak mau makan. Menurut Kepala peternakan Dnipropetrovsk Oleksandr Shushlenko, bila Gena tak kunjung makan, ia akan merontgen si buaya ini, bahkan kalau perlu, bakal mengoperasi Gena untuk mengambil ponsel itu.
Namun, operasi adalah opsi terakhir, mengingat langkah ini sangat berbahaya bagi binatang, dan membutuhkan setidaknya tiga minggu untuk masa penyembuhan seekor reptil seperti Gena.
Bagaimanapun, Golovko masih sangat berharap agar nanti ia bisa mendapatkan kembali ponsel Nokia yang ditelan Gena. Sebab, banyak kontak penting dan foto-foto berharga yang tersimpan di ponsel itu. Bahkan juga, mungkin termasuk foto 'interior' perut si buaya.
Share
Borobudur, sebuah candi megah di Magelang, Jawa Tengah, diperkirakan dibangun sekitar tahun 824 Masehi oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari dinasti Syailendra. Candi yang begitu berat itu berdiri kokoh tanpa ada satu paku pun juga tertancap di tubuhnya.
Pertanyaan pun selama ini mengemuka: bagaimana membangun Borobudur tanpa menancapkan ratusan paku untuk mengokohkan pondasinya, dan bagaimana batu-batu berat yang membentuk Borobudur itu diangkat ke lokasi pembangunan di atas bukit?
Kecanggihan masa kini pun sulit menjelaskan logika di balik pembangunan Candi Borobudur. Peneliti Indonesia dari Bandung Fe Institut, mencoba menjawabnya. Ketiga peneliti muda itu, Hokky Situngkir, Rolan Mauludy Dahlan, dan Ardian Maulana, menjelaskan, pembangunan Candi Borobudur menggunakan teknologi berbasis geometri fraktal.
Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip secara keseluruhan. Wujud fraktal kasar dan dapat dibagi-bagi dengan cara yang radikal. Fraktal memiliki detail yang tak terhingga, dan dapat memiliki struktur serupa pada tingkat perbesaran yang berbeda. Istilah ‘faktal’ yang diambil dari bahasa Latin itu ditemukan oleh Benoit Mandelbrot pada tahun 1975.
Geometri fraktal itulah yang tampak pada stupa-stupa Candi Borobudur. Seperti kita ketahui, Candi Borobudur merupakan stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil.
Peneliti Bandung Fe Institut membuktikan, Candi Borobudur ternyata dibangun dengan prinsip-prinsip fraktal. Namun apakah teori fraktal pada masa lalu telah ditemukan dan diimplementasikan secara sadar oleh nenek moyang kita, masih harus diteliti lebih lanjut.
ShareBukan cuma bunglon yang bisa berganti warna kulit. Ternyata, tanaman pun kini bisa berubah warna sesuai dengan kondisi yang menaunginya.
Adalah June Medford, seorang pakar biologi dari Colorado State University, yang berhasil melakukan rekayasa genetik terhadap tanaman arabidopsis, sehingga tanaman tersebut bisa berganti warna.
Seperti dikutip dari situs PCWorld, tanaman hasil rekayasa Medford dan timnya, akan berubah warna dari hijau menjadi putih saat tanaman itu mendeteksi kehadiran unsur berbahaya di dekatnya, seperti obat terlarang, polutan, atau bahkan material eksplosif.
Awalnya, Medford menggunakan komputer untuk mendesain protein tanaman bernama reseptor. Kemudian, Medford memanfaatkan bakteri untuk memodifikasi reseptor tanaman tersebut.
Dengan struktur genetika yang telah dimodifikasi, maka reseptor tumbuhan bisa mendeteksi partikel-partikel bahan kimia berbahaya, polutan, bahan peledak, atau ancaman lain. Saat mendeteksi kehadiran zat-zat tersebut, tanaman akan mengirimkan sinyal, sehingga warna hijaunya berubah menjadi putih.
"Bila Anda membawa sesuatu ke bandara internasional Denver, misalnya sebuah bahan peledak, maka tanaman ini akan berubah warna menjadi putih. Ini akan memberikan keamanan bagi Anda," kata Medford, 52, kepada situs The Denver Post.
Proyek penelitian itu didukung oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) sejak 2003, dengan bantuan dana sebesar US$500 ribu atau Rp4,5 miliar. Belakangan, riset ini juga mendapat dukungan dari The Office of Naval Research, Department of Homeland Security, dan Defense Threat Reduction Agency.
"Harapan kami, tanaman ini bisa ditempatkan di lokasi umum, sehingga bisa mendeteksi bahan peledak di lokasi tempat benda berbahaya itu sedang dirakit," kata Doug Bauer, Program Manager riset eksplosif pada Homeland Security di Washington DC.
Aplikasi lainnya, tanaman ini juga bisa digunakan oleh polisi untuk memberantas peredaran obat terlarang, atau melindungi tentara yang tengah konvoi dari bom dan ranjau.
Kini, tanaman ini masih memerlukan waktu sekitar tiga jam untuk merespons keberadaan zat-zat berbahaya tadi dan perubahan warna. Namun, para ilmuwan yakin akan diperoleh kemajuan sehingga respons yang ditunjukkan tanaman bisa segera terlihat dalam hitungan menit.
ShareDulu, ilmuwan besar AS yang sempat menjadi asisten Thomas Alva Edison, Nikola Tesla, sempat mengajukan konsep senjata Death Ray yang sangat mematikan.
Namun, hingga Tesla meninggal, belum ada yang benar-benar menemukan prototipe Death Ray besutan Tesla, yang diklaim mampu menghancurkan obyek musuh dari jarak yang sangat jauh, tanpa bekas.
Seperti dilansir DailyMail, belum lama ini seorang remaja asal AS berhasil membuat sebuah senjata Death Ray dalam skala yang lebih kecil. Eric Jacqmain, pemuda 19 tahun asal Indiana AS, berhasil membuat sebuah alat yang ia namakan 'Solar Death Ray 5800'.
Ia memang memiliki konsep yang agak berbeda dengan Death Ray besutan Tesla, karena temuan Jacqmain tidak menggunakan elektromagnet, melainkan memanfaatkan kekuatan panas matahari.
Solar Death Ray terbuat dari antena parabola berbahan fiberglass, yang memiliki 5800 potongan cermin kecil yang mampu merefleksikan sinar matahari ke satu titik fokus yang sama.
Hasilnya, alat itu mampu melelehkan baja, aluminium, melubangi beton, dan membakar segala benda yang diletakkan di titik fokusnya. Jacqmain mengklaim, panas yang bisa dihasilkan oleh alat itu adalah 5000 kali dari panas matahari di permukaan bumi.
"Saya sempat membuat karbon menjadi uap, dengan suhu lebih dari 6500 derajat fahrenheit atau sekitar 3600 derajat celcius," kata Jacqmain.
Sayang, kini alatnya itu telah musnah. Sebuah kecelakaan yang tak disengaja, membuat alat itu menyebabkan kebakaran yang kemudian menghanguskan alat itu sendiri.
Namun, Jacqmain tak putus asa. Kini ia tengah mengembangkan Solar Death Ray lain yang berkekuatan lebih besar, yakni menggunakan 32 ribu reflektor kecil. Oleh karenanya, alat ini ia namakan 'Solar Death Ray 32K'.
Share